Our Second Book: Belajar Romantis!

September 18, 2008

Kebayang betapa suramnya hidup, memiliki belahan jiwa yang tak lagi mau tahu kondisi kita. Perhatian tak ada, kasih sayang tinggal kenangan saja. Rumahtangga hambar, tak berasa. Ada cinta hanya di dalam kata-kata, realisasinya nol bahkan absen dari dunia nyata. Suami pergi tak ada yang mencari. Istri sibuk dengan urusannya sendiri. Hidup dalam satu rumah, tapi jiwa dan pikiran menjauh dan semakin terpisah. Ini harus dirubah! Membaca buku ini salah satu jalan untuk merubahnya. Pahamkan suami, pahamkan istri, bahwa hidup berdua dalam rumahtangga harus penuh cinta. Ada sayang yang dibagi, ada kasih yang diberi, dan ada cinta yang harus disemai indah. Lihatlah wajah istri, dan tersenyumlah! Lihatlah mata suami dan berenanglah di dalam bening matanya, seraya berkata, “Suamiku, aku ingin belajar romantis bersamamu!”

Leave a Reply