
Bukan judul sinetron, bukan pula judul opera sabun. Tapi judul buku ini akan mengingatkan kamu pada hal-hal haru yang kamu alami. Bagaimana memilih di antara dua pilihan, menjadikannya pacar atau hanya sebagai teman. Tentu saja akan ada perasaan bimbang, ragu campur perih. Lengkap dengan air mata yang menggenang di kelopak mata, tetapi pilihan ini harus dipilih. Pilihan ini juga sebagai sebuah konsekuensi iman di dada kamu. Agar kamu semakin tunduk, semakin cinta, hanya kepada si Dia, Allah Ta’ala. Jadikan cinta yang menyucikan jiwa, bukan hiasan dunia penabur dosa. Cinta remaja yang indah dan penuh pahala.
Buku ini setidaknya menjadi teman berbagi wawasan. Ngobrol sebisanya, dan memberi masukan sebaik-baiknya. Mendialogkan apa yang kamu rasakan, dan memberikan masukan atas pilihan yang akan kamu tentukan. Karena masa remaja kamu akan terasa sia-sia, manakala kamu tidak bisa mengelolanya. Jangan sampai hanya karena mengelola cinta yang salah, hidup kamu menjadi tidak indah.